Info Kami
Senin, 01 Des 2025
  • Pendidikan Al Qur'an Nitikan Yogyakarta: "Membantu Mewujudkan Generasi Qur'ani"
  • Pendidikan Al Qur'an Nitikan Yogyakarta: "Membantu Mewujudkan Generasi Qur'ani"
19 November 2025

Membangun Generasi Qur’ani: Peran Sentral Metode Iqro dalam Pendidikan Al-Qur’an

Rab, 19 November 2025 Dibaca 59x Artikel

Pendidikan Al-Qur’an adalah fondasi utama dalam membentuk karakter dan spiritualitas umat Islam. Di tengah tantangan modernisasi, memastikan bahwa generasi muda mampu membaca, memahami, dan mengamalkannilai-nilai Al-Qur’an adalah sebuah keharusan. Upaya ini bertujuan mewujudkan apa yang sering kita sebut sebagai Generasi Qur’ani, yaitu generasi yang hidupnya berlandaskan petunjuk Illahi, menjadikannya pribadi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat.

Mengapa Pendidikan Al Qur’an Begitu Penting ?

Baca : Bagaimana Taman Pendidikan Al-Qur’an Menumbuhkan Cinta Membaca Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah sumber utama hukum dan pedoman hidup bagi umat Islam. Ia bukan sekadar teks suci yang dibaca, melainkan way of life atau cara hidup. Mempelajari Al-Qur’an sejak usia dini memberikan manfaat multidimensi:

  1. Penguatan Akidah: Menanamkan keyakinan yang kokoh pada keesaan Allah Swt.

  2. Pembentukan Akhlak: Al-Qur’an penuh dengan kisah dan petunjuk moral yang membentuk karakter jujur, adil, dan santun.

  3. Kecerdasan Spiritual dan Intelektual: Aktivitas membaca Al-Qur’an, terutama dengan tajwid yang benar, terbukti melatih fokus, memori, dan menenangkan jiwa.

Mengingat pentingnya kemampuan membaca Al-Qur’an sebagai pintu gerbang menuju pemahaman, metode pembelajaran yang efektif, cepat, dan mudah menjadi kunci. Di sinilah Metode Iqro memainkan peran yang sangat sentral.

Mengenal Metode Iqro’ : Revolusi dalam Belajar Baca Al Qur’an

Metode Iqro’ adalah sebuah metode cepat yang revolusioner dalam membantu pemula membaca huruf-huruf Al-Qur’an (huruf hijaiyah). Metode ini dikembangkan oleh almarhum K.H. As’ad Humam di Yogyakarta pada tahun 1990-an. Keberhasilannya terletak pada prinsip-prinsip pembelajaran yang sederhana namun efektif:

Baca juga : Kenapa Pendidikan Al Qur’an Nitikan Menggunakan Metode Iqro’?

Fokus pada Bacaan Langsung 

Berbeda dengan metode tradisional yang mungkin memerlukan pengenalan teori tajwid yang rumit di awal, Iqro’ mengutamakan praktik membaca sejak halaman pertama. Teori tajwid (hukum nun sukun, mim sukun, mad, dll.) baru dikenalkan setelah santri benar-benar lancar membaca huruf dan kata.

Pendekatan Analitis-Sistematis

Metode ini dimulai dengan mengenali satu huruf tunggal berharakat, kemudian merangkainya menjadi dua huruf, lalu tiga huruf, dan seterusnya.

  • Jilid 1: Mengenal huruf tunggal berharakat Fathah (bunyi ‘a’). (Contoh: $\text{ ا}$ dibaca A)

  • Jilid 2: Mengenal huruf sambung dan harakat Kasroh (bunyi ‘i’) dan Dhommah (bunyi ‘u’).

  • Jilid 3-6: Mengenal hukum-hukum bacaan yang lebih kompleks, seperti Mad (bacaan panjang), Tanwin, dan hukum-hukum tajwid dasar lainnya.

Konsistensi dan Pengulangan

Setiap jilid dirancang untuk mengulang pola yang sama dengan variasi yang meningkat, memastikan santri menguasai satu konsep sebelum melanjutkan ke konsep berikutnya. Konsistensi warna dan tata letak buku juga membantu anak-anak fokus dan tidak mudah bosan.

Bimbimgan Individual 

Proses belajar Iqro’ dilakukan secara individual di hadapan guru (ustaz/ustazah). Murid akan membaca, dan guru akan langsung mengoreksi kesalahan dan memberikan izin untuk naik ke halaman atau jilid berikutnya hanya jika bacaan pada halaman sebelumnya sudah Lancar dan Benar. Ini menjamin kualitas bacaan setiap santri.

Iqro’ dan terwujudnya Generasi Qur’ani

Kecepatan dan kemudahan Metode Iqro’ memiliki dampak signifikan dalam mewujudkan Generasi Qur’ani.

Mempercepat Akses ke Al-Qur’an

Dengan Iqro’, anak-anak dapat menjadi lancar membaca Al-Qur’an dalam waktu relatif singkat, terkadang hanya dalam hitungan bulan. Begitu lancar, mereka segera dapat memasuki tahap membaca Al-Qur’an 30 Juz. Akses yang cepat ini menghilangkan frustrasi belajar dan memotivasi mereka untuk melanjutkan ke tahap pendalaman.

Membangun Kecintaan terhadap Bacaan Suci

Pengalaman belajar yang menyenangkan dan membuahkan hasil secara cepat akan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Anak-anak yang merasa mampu membaca akan lebih termotivasi untuk membaca lebih sering (tilawah) dan melanjutkan ke tahap menghafal (tahfiz).

Fondasi untuk Ilmu Tajwid dan Tafsir

Kelancaran membaca yang didapat dari Iqro’ adalah fondasi kokoh untuk mempelajari ilmu tajwid yang lebih mendalam dan pada akhirnya, ilmu tafsir (pemahaman makna). Generasi Qur’ani tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami dan menginternalisasi pesan-pesan Al-Qur’an. Mereka dapat mengaplikasikan nilai-nilai tawhid, shiddiq, amanah, fathanah, dan tabligh dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Artikel Lainnya : Efektivitas Belajar Mengaji di Sore Hari: Membangun Generasi Qur’ani Sejak Dini

Tantangan dan Harapan

Meskipun Metode Iqro’ telah berhasil mencetak jutaan pembaca Al-Qur’an, tugas mewujudkan Generasi Qur’ani belumlah usai. Tantangannya adalah memastikan bahwa kelancaran membaca tidak berhenti di situ.

  • Integrasi dengan Pendidikan Karakter: Lembaga pendidikan harus mengintegrasikan pengajaran Al-Qur’an dengan praktik nyata nilai-nilai Islam, misalnya melalui program sosial atau kegiatan keagamaan rutin.

  • Pentingnya Tafsir dan Tadabbur: Setelah lancar membaca, penekanan harus bergeser pada tadabbur (perenungan) dan tafsir (pemahaman makna) agar Al-Qur’an benar-benar menjadi petunjuk hidup.

Metode Iqro’ telah membuktikan diri sebagai alat yang sangat efektif, membuka pintu gerbang utama menuju cahaya Al-Qur’an. Dengan kerja sama antara orang tua, guru, dan masyarakat, kita dapat terus membina generasi muda untuk menjadi Generasi Qur’ani sejati: generasi yang fasih dalam membaca, mendalam dalam memahami, dan konsisten dalam mengamalkan ajaran kitab suci.

Oleh : Tim Redaksi

Alamat kami :

Alamat :
Kompleks Pemberdayaan Masyarakat PRM Nitikan, Jl. Sorogenen No. 25, Kelurahan
Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta
Telpon :
0858 - 7669 - 5655
Provinsi :
Daerah Istimewa Yogyakart