Info Kami
Senin, 01 Des 2025
  • Pendidikan Al Qur'an Nitikan Yogyakarta: "Membantu Mewujudkan Generasi Qur'ani"
  • Pendidikan Al Qur'an Nitikan Yogyakarta: "Membantu Mewujudkan Generasi Qur'ani"
10 November 2025

KU2 : Cahaya di Balik Panggung: Dedikasi Ustadz dan Ustadzah untuk Santri

Sen, 10 November 2025 Dibaca 89x

Penulis : Ustadzah Aisyah Nur Aini *)

Pendidikan Al-Qur’an memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak anak sejak dini. Anak tidak hanya perlu bisa membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga memahami maknanya dan menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses ini, peran ustadz dan ustadzah sangat penting. Mereka ibarat cahaya di atas panggung, selalu hadir nyata untuk membimbing, mengarahkan, dan memberi inspirasi kepada para santri.

Dedikasi mereka terlihat dari ketekunan dalam mengajar, kesabaran saat menghadapi berbagai tantangan, serta keteladanan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Dengan dedikasi yang konsisten, ustadz dan ustadzah tidak hanya mengajarkan Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif yang membentuk karakter anak secara menyeluruh.

Pendidikan Al-Qur’an yang efektif tidak hanya diukur dari kemampuan santri menguasai bacaan dan tajwid, tetapi juga dari keteladanan ustadz dan ustadzah dalam bersikap dan menerapkan nilai moral Islami. Bagaimana mungkin seorang anak dapat meneladani ajaran Al-Qur’an jika yang mengajarkannya sendiri tidak memberi contoh yang nyata? Setiap santri memiliki kemampuan belajar yang berbeda-beda.

Baca Juga : Ustadz dan Ustadzah: Teladan Hidup dalam Mendidik Santri

Ada anak yang cepat memahami bacaan dan tajwid, sementara yang lain memerlukan lebih banyak waktu untuk memahami pelajaran dengan baik. Di sinilah dedikasi ustadz dan ustadzah sangat diperlukan. Ketekunan mereka dalam mendampingi santri memastikan proses belajar berjalan efektif, sementara keteladanan dalam sikap dan perilaku sehari-hari menjadi contoh nyata yang mudah ditiru.

Anak-anak tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga mempelajari bagaimana nilai-nilai moral Islami diwujudkan dalam tindakan sehari-hari. Dengan dedikasi yang konsisten, ketekunan dan keteladanan ustadz dan ustadzah membimbing santri untuk tidak hanya menguasai bacaan, tetapi juga menanamkan akhlak dan karakter positif dalam kehidupan sehari-hari.

Ketekunan Ustadz dan Ustadzah sebagai Fondasi Pendidikan Al-Qur’an

Ketekunan ustadz dan ustadzah terlihat dari konsistensi mereka dalam mengajar dan membimbing santri. Mereka memastikan setiap anak mampu membaca Al-Qur’an dengan benar, memahami makna ayat, dan menanamkan pemahaman secara bertahap. Ketekunan ini juga tampak dari kesabaran mereka menghadapi berbagai kesulitan santri, serta kemampuan menyesuaikan metode pengajaran dengan karakter dan kemampuan masing-masing anak. Dengan ketekunan yang konsisten, setiap santri memperoleh bimbingan yang sesuai dengan kebutuhannya, sehingga proses belajar berlangsung lebih lancar dan perkembangan mereka menjadi lebih optimal.

Rasulullah SAW bersabda:
«خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرآنَ وَعَلَّمَهُ»
Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Baca Juga Artikel : Olahraga Badminton Bersama: Menjalin Kekompakan, Semangat Kebersamaan dan Silaturahmi

Hadis ini menegaskan pentingnya belajar dan mengajarkan Al-Qur’an secara konsisten. Dedikasi ustadz dan ustadzah terlihat dari ketekunan mereka dalam menjalankan rutinitas belajar, menghadapi tantangan, dan memastikan setiap santri memperoleh perhatian yang tepat. Ketekunan mereka tidak hanya membuat proses pembelajaran menjadi efektif, tetapi juga membentuk suasana belajar yang stabil, mendorong santri untuk lebih fokus, disiplin, dan termotivasi dalam mempelajari Al-Qur’an.

Keteladanan Ustadz dan Ustadzah sebagai Kunci Pembentukan Karakter Santri

Keteladanan ustadz dan ustadzah terlihat dari sikap dan perilaku sehari-hari. Anak-anak juga belajar dari contoh yang mereka lihat, bukan hanya dari apa yang diajarkan. Ustadz dan ustadzah selalu menunjukkan disiplin, sabar, jujur, dan rendah hati, sehingga santri bisa meniru sikap tersebut.

Al-Qur’an menegaskan pentingnya teladan:
«لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ»
Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu teladan yang baik bagimu.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Ayat ini menekankan bahwa umat Islam seharusnya meneladani sikap dan perilaku Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah menjadi contoh bagaimana menjalankan perintah Allah dengan sabar, jujur, disiplin, rendah hati, dan penuh tanggung jawab. Nilai-nilai ini bukan hanya untuk dipahami secara teori, tetapi harus diamalkan melalui perilaku nyata yang bisa dijadikan panutan.

Dalam konteks pendidikan Al-Qur’an, ustadz dan ustadzah berperan sebagai penerapan ayat tersebut. Keteladanan mereka terlihat dari sikap dan perilaku sehari-hari yang disiplin, sabar, jujur, dan rendah hati, sehingga anak-anak lebih mudah belajar dari contoh nyata daripada hanya dari penjelasan teori. Misalnya, kesabaran saat membimbing santri yang mengalami kesulitan membaca Al-Qur’an mengajarkan arti sabar, sedangkan kejujuran dan keadilan saat menilai kemampuan santri menanamkan nilai kejujuran.

Selain itu, keteladanan ustadz dan ustadzah juga memengaruhi cara santri berinteraksi dengan teman-teman mereka. Santri belajar menghormati teman, menghargai pendapat orang lain, dan bersikap sopan dalam hubungan sehari-hari. Disiplin yang ditunjukkan ustadz dan ustadzah mengajarkan tanggung jawab, sedangkan sikap rendah hati menjadi contoh bagaimana bersikap santun di lingkungan sekitar.

Secara bertahap, anak-anak meniru perilaku ini dan mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan keteladanan yang konsisten, santri dapat membangun karakter Islami yang baik, tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga meneladani sikap positif dalam kehidupan nyata.

Dedikasi ustadz dan ustadzah menjadi fondasi utama dalam pendidikan Al-Qur’an. Dedikasi ini tidak hanya terlihat dari kesediaan mereka untuk mengajar, tetapi juga dari ketekunan dan keteladanan yang mereka tunjukkan setiap hari. Ketekunan mereka tercermin dari konsistensi dalam membimbing santri, kesabaran menghadapi berbagai kesulitan, serta usaha terus-menerus agar setiap anak mampu membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dengan baik.

Artikel Lainnya : Buletin E10 || Madrasatul Ula: Perempuan, Pilar Pendidikan dan Peradaban Islam

Proses pengajaran yang dilakukan secara rutin dan penuh perhatian membuat setiap santri mendapatkan bimbingan yang sesuai dengan kemampuan dan karakter masing-masing. Sementara itu, keteladanan ustadz dan ustadzah terlihat dari perilaku sehari-hari, seperti disiplin, sabar, jujur, rendah hati, dan adil. Sikap-sikap ini menjadi contoh nyata bagi santri dan memengaruhi cara mereka berinteraksi dengan teman dan lingkungan sekitar. Anak-anak belajar meniru perilaku positif, menghormati orang lain, bertanggung jawab, dan bersikap sopan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dedikasi yang diwujudkan melalui ketekunan dan keteladanan, santri tidak hanya menguasai bacaan Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif dalam karakter mereka.

Oleh karena itu, ilmu yang mereka ajarkan semoga dapat menjadi ladang kebaikan. Kesabaran dan ketulusan yang mereka berikan dapat menjadi sumber keberkahan. Nasihat yang mereka sampaikan dapat membentuk generasi berakhlak terpuji. Setiap pengabdian yang mereka lakukan dapat menjadi amal ibadah yang abadi. Serta do’a yang mereka panjatkan dapat menjadi cahaya yang dapat menerangi perjalanan hidup para santri.

 

*) Ustadzah Aktif Pendidikan Al Qur’an Nitikan Yogyakarta

Alamat kami :

Alamat :
Kompleks Pemberdayaan Masyarakat PRM Nitikan, Jl. Sorogenen No. 25, Kelurahan
Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta
Telpon :
0858 - 7669 - 5655
Provinsi :
Daerah Istimewa Yogyakart