Info Kami
Senin, 01 Des 2025
  • Pendidikan Al Qur'an Nitikan Yogyakarta: "Membantu Mewujudkan Generasi Qur'ani"
  • Pendidikan Al Qur'an Nitikan Yogyakarta: "Membantu Mewujudkan Generasi Qur'ani"
6 November 2025

Kenapa Pendidikan Al Qur’an Nitikan Menggunakan Metode Iqro’?

Kam, 6 November 2025 Dibaca 115x

Di tengah perkembangan teknologi dan zaman, pendidikan keagamaan mengalami tantangan yang semakin meningkat. Anak-anak hidup dalam lingkungan yang serba cepat dan instan, sedangkan untuk mampu membaca dan memahami Al-Qur’an diperlukan kesabaran serta kerja keras. Dalam situasi ini, Pendidikan Al-Qur’an Nitikan Yogyakarta berkomitmen untuk menyediakan pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan mudah dimengerti anak-anak. Salah satu strategi yang diambil adalah menggunakan metode Iqro’ sebagai dasar utama untuk mengajarkan membaca Al-Qur’an.

Alasan Memilih Metode Iqro’? 

Metode Iqro’ lebih dari sekadar buku bacaan; ini adalah sistem pengajaran Al-Qur’an yang fokus pada kemandirian santri serta keefisienan waktu belajar. Dalam metode ini, ustadz/ustadzah berfungsi sebagai pemandu yang memberikan arahan dan koreksi, sementara santri secara aktif membaca dan melafalkan setiap huruf dan harakat yang dipelajari.

Baca Juga : Efektivitas Belajar Mengaji di Sore Hari: Membangun Generasi Qur’ani Sejak Dini

Di Pendidikan Al-Qur’an Nitikan Yogyakarta, pilihan metode ini diambil karena beberapa alasan yang penting: 

  • Efektif dan Terbukti Berhasil Secara Nasional : Metode Iqro’ diperkenalkan pada akhir tahun 1980-an dan telah dipakai di jutaan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di seluruh Indonesia. Banyak studi dan pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa metode ini mampu mempercepat kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dalam waktu singkat.
  • Sistematis dan Berjenjang : Buku Iqro’ terdiri dari enam jilid yang disusun secara logis dan bertahap. Setiap jilid memiliki target kemampuan yang jelas, dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah, membaca dengan harakat, hingga memahami panjang-pendek dan hukum bacaan. Santri berkembang secara bertahap sesuai kemampuan tanpa paksaan.
  • Mendorong Kemandirian dan Rasa Percaya Diri : Salah satu keuntungan metode Iqro’ adalah memberikan kesempatan bagi santri untuk aktif. Mereka langsung membaca di depan guru tanpa sering mendengar contoh yang diulang. Dengan cara ini, anak-anak jadi terbiasa mengeluarkan suara, percaya diri saat membaca, dan tidak sepenuhnya bergantung pada instruksi guru.
  • Mudah Dimengerti oleh Semua Usia: Buku Iqro’ ditulis dengan bahasa yang sederhana, jelas, dan mudah dipahami baik oleh anak-anak, remaja, maupun dewasa. Oleh karena itu, metode ini fleksibel dan bisa digunakan untuk berbagai usia di dalam Pendidikan Al-Qur’an Nitikan.
  • Praktis untuk Guru dan Lembaga : Dengan struktur materi yang teratur, guru dapat dengan mudah memantau kemajuan para santri. Sistem evaluasinya juga jelas, yaitu dengan menaikkan jilid sesuai kemampuan baca masing-masing orang. Ini membuat proses pembelajaran menjadi lebih terarah dan terukur.

Sejarah Singkat Pencipta Metode Iqro’

Untuk memahami pentingnya metode ini, mengenal sosok yang menciptakannya juga sangat penting. Metode Iqro’ dibuat oleh seorang ulama pendidik bernama KH. As’ad Humam. 

Beliau lahir pada tahun 1933 di Kampung Karangkajen, Yogyakarta, dan meninggal pada tahun 1996. KH. As’ad dikenal sebagai orang yang sederhana, disiplin, dan sangat mencintai pendidikan Al-Qur’an. Sejak muda, beliau sudah mengajarkan anak-anak membaca Al-Qur’an di masjid. Namun, beliau menyadari bahwa cara pengajaran yang ada saat itu seringkali kurang efisien dan tidak sejalan dengan perkembangan zaman.

Dari kepedulian itu, KH. As’ad Humam dan teman-temannya di Team Tadarus Angkatan Muda Masjid (AMM) Yogyakarta mulai menyusun metode baru yang lebih cepat, praktis, dan mudah dipraktikkan. Setelah melalui proses panjang, terbitlah buku Iqro’ yang terdiri dari enam jilid, masing-masing dengan tingkat kesulitan yang berurutan.

Buku ini pertama kali dirilis sekitar tahun 1988 dan dengan cepat menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia. KH. As’ad dengan sengaja tidak mematenkan karyanya ini. Dia justru memberikan izin kepada siapa saja untuk menduplikasi dan memanfaatkannya demi kebaikan umat. Karena keikhlasan dan kesederhanaan ini, metode Iqro’ menjadi sebuah fenomena nasional yang mengubah cara orang belajar membaca Al-Qur’an di Indonesia.

Saat ini, lebih dari 30 tahun setelah beliau wafat, metode Iqro’ masih digunakan dan terus memberikan inspirasi kepada ribuan lembaga pendidikan Islam, termasuk yang ada di TPA Nitikan Yogyakarta.

Penerapan Metode Iqro’ di Pendidikan Al-Qur’an Nitikan Yogyakarta

Pendidikan Al-Qur’an di Nitikan Yogyakarta memiliki komitmen untuk memelihara keaslian dan efektivitas metode Iqro’, seraya beradaptasi dengan kebutuhan dan karakter santri di era sekarang.

Pembelajaran Berjenjang dan Bertahap

Santri mulai dari Iqro’ jilid 1 dengan mengenali huruf hijaiyah satu per satu. Sesudah menguasai materi tersebut, mereka melanjutkan ke jilid berikutnya hingga siap membaca Al-Qur’an secara utuh. Kenaikan jilid dilakukan setelah melakukan evaluasi bacaan bersama ustadz atau ustadzah yang mengawasi.

Pendekatan yang Ramah Anak dan Menarik

Proses belajar dirancang agar interaktif dan ceria, menggunakan alat bantu pendidikan yang kreatif seperti kartu huruf, permainan edukatif, dan simulasi bacaan. Metode ini membuat anak-anak tidak cepat merasa bosan dan justru bersemangat menanti waktu untuk mengaji.

Pembelajaran Adab dan Akhlak Qur’ani

Lebih dari sekadar mampu membaca, Pendidikan Al Qur’an Nitikan menekankan pada pentingnya adab terhadap Al-Qur’an seperti menjaga kebersihan, bersikap sopan saat membaca, serta menghargai guru dan teman. Santri juga dilibatkan untuk memahami makna sederhana dari ayat-ayat yang mereka pelajari.

Baca untuk artikel: Semangat dalam Mengajar Al-Qur’an

Peran Guru yang Profesional dan Penuh Kasih

Para ustadz dan ustadzah secara rutin mendapatkan pelatihan mengenai metode Iqro’. Mereka tidak hanya mengajarkan teknik membaca, tetapi juga mendampingi santri dengan perhatian dan kasih sayang yang sesuai dengan nilai-nilai tarbiyah Islam.

Membentuk Generasi Qur’ani dengan Metode Iqro’ 

Pendidikan Al-Qur’an Nitikan Yogyakarta meyakini bahwa metode Iqro’ lebih dari sekadar teknik membaca, tetapi juga merupakan cara untuk membentuk karakter Qur’ani. Anak-anak yang terbiasa membaca Al-Qur’an secara benar akan lebih mudah tumbuh menjadi individu yang memiliki akhlak baik, damai hatinya, dan dekat dengan nilai-nilai Islam.

Dengan menggabungkan warisan metode klasik KH. As’ad Humam dan pendekatan modern berbasis karakter, Pendidikan Al Qur’an Nitikan bertekad untuk mencetak generasi yang tidak hanya mahir membaca, tetapi juga mencintai dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Penutup

Metode Iqro’ merupakan warisan berharga yang telah membantu jutaan umat Islam belajar huruf-huruf Allah dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Pada Pendidikan Al-Qur’an Nitikan Yogyakarta, penggunaan metode ini bukan hanya untuk mengikuti tradisi, tetapi juga karena terbukti membawa berkah dan hasil yang nyata dalam mencetak generasi Qur’ani yang kuat di masa modern.

Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari usaha besar untuk menebarkan cahaya Al-Qur’an di hati setiap santri, keluarga, dan masyarakat. Aamin…

Informasi Pendaftaran: Klik Disini atau ketik https://linktr.ee/psb.pan

Alamat kami :

Alamat :
Kompleks Pemberdayaan Masyarakat PRM Nitikan, Jl. Sorogenen No. 25, Kelurahan
Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta
Telpon :
0858 - 7669 - 5655
Provinsi :
Daerah Istimewa Yogyakart