Di tengah perkembangan teknologi dan zaman, pendidikan keagamaan mengalami tantangan yang semakin meningkat. Anak-anak hidup dalam lingkungan yang serba cepat dan instan, sedangkan untuk mampu membaca dan memahami Al-Qur’an diperlukan kesabaran serta kerja keras. Dalam situasi ini, Pendidikan Al-Qur’an Nitikan Yogyakarta berkomitmen untuk menyediakan pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan mudah dimengerti anak-anak. Salah satu strategi yang diambil adalah menggunakan metode Iqro’ sebagai dasar utama untuk mengajarkan membaca Al-Qur’an.
Alasan Memilih Metode Iqro’?
Metode Iqro’ lebih dari sekadar buku bacaan; ini adalah sistem pengajaran Al-Qur’an yang fokus pada kemandirian santri serta keefisienan waktu belajar. Dalam metode ini, ustadz/ustadzah berfungsi sebagai pemandu yang memberikan arahan dan koreksi, sementara santri secara aktif membaca dan melafalkan setiap huruf dan harakat yang dipelajari.
Baca Juga : Efektivitas Belajar Mengaji di Sore Hari: Membangun Generasi Qur’ani Sejak Dini
Di Pendidikan Al-Qur’an Nitikan Yogyakarta, pilihan metode ini diambil karena beberapa alasan yang penting:
Sejarah Singkat Pencipta Metode Iqro’
Untuk memahami pentingnya metode ini, mengenal sosok yang menciptakannya juga sangat penting. Metode Iqro’ dibuat oleh seorang ulama pendidik bernama KH. As’ad Humam.
Beliau lahir pada tahun 1933 di Kampung Karangkajen, Yogyakarta, dan meninggal pada tahun 1996. KH. As’ad dikenal sebagai orang yang sederhana, disiplin, dan sangat mencintai pendidikan Al-Qur’an. Sejak muda, beliau sudah mengajarkan anak-anak membaca Al-Qur’an di masjid. Namun, beliau menyadari bahwa cara pengajaran yang ada saat itu seringkali kurang efisien dan tidak sejalan dengan perkembangan zaman.
Dari kepedulian itu, KH. As’ad Humam dan teman-temannya di Team Tadarus Angkatan Muda Masjid (AMM) Yogyakarta mulai menyusun metode baru yang lebih cepat, praktis, dan mudah dipraktikkan. Setelah melalui proses panjang, terbitlah buku Iqro’ yang terdiri dari enam jilid, masing-masing dengan tingkat kesulitan yang berurutan.
Buku ini pertama kali dirilis sekitar tahun 1988 dan dengan cepat menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia. KH. As’ad dengan sengaja tidak mematenkan karyanya ini. Dia justru memberikan izin kepada siapa saja untuk menduplikasi dan memanfaatkannya demi kebaikan umat. Karena keikhlasan dan kesederhanaan ini, metode Iqro’ menjadi sebuah fenomena nasional yang mengubah cara orang belajar membaca Al-Qur’an di Indonesia.
Saat ini, lebih dari 30 tahun setelah beliau wafat, metode Iqro’ masih digunakan dan terus memberikan inspirasi kepada ribuan lembaga pendidikan Islam, termasuk yang ada di TPA Nitikan Yogyakarta.
Penerapan Metode Iqro’ di Pendidikan Al-Qur’an Nitikan Yogyakarta
Pendidikan Al-Qur’an di Nitikan Yogyakarta memiliki komitmen untuk memelihara keaslian dan efektivitas metode Iqro’, seraya beradaptasi dengan kebutuhan dan karakter santri di era sekarang.
Pembelajaran Berjenjang dan Bertahap
Santri mulai dari Iqro’ jilid 1 dengan mengenali huruf hijaiyah satu per satu. Sesudah menguasai materi tersebut, mereka melanjutkan ke jilid berikutnya hingga siap membaca Al-Qur’an secara utuh. Kenaikan jilid dilakukan setelah melakukan evaluasi bacaan bersama ustadz atau ustadzah yang mengawasi.
Pendekatan yang Ramah Anak dan Menarik
Proses belajar dirancang agar interaktif dan ceria, menggunakan alat bantu pendidikan yang kreatif seperti kartu huruf, permainan edukatif, dan simulasi bacaan. Metode ini membuat anak-anak tidak cepat merasa bosan dan justru bersemangat menanti waktu untuk mengaji.
Pembelajaran Adab dan Akhlak Qur’ani
Lebih dari sekadar mampu membaca, Pendidikan Al Qur’an Nitikan menekankan pada pentingnya adab terhadap Al-Qur’an seperti menjaga kebersihan, bersikap sopan saat membaca, serta menghargai guru dan teman. Santri juga dilibatkan untuk memahami makna sederhana dari ayat-ayat yang mereka pelajari.
Baca untuk artikel: Semangat dalam Mengajar Al-Qur’an
Peran Guru yang Profesional dan Penuh Kasih
Para ustadz dan ustadzah secara rutin mendapatkan pelatihan mengenai metode Iqro’. Mereka tidak hanya mengajarkan teknik membaca, tetapi juga mendampingi santri dengan perhatian dan kasih sayang yang sesuai dengan nilai-nilai tarbiyah Islam.
Membentuk Generasi Qur’ani dengan Metode Iqro’
Pendidikan Al-Qur’an Nitikan Yogyakarta meyakini bahwa metode Iqro’ lebih dari sekadar teknik membaca, tetapi juga merupakan cara untuk membentuk karakter Qur’ani. Anak-anak yang terbiasa membaca Al-Qur’an secara benar akan lebih mudah tumbuh menjadi individu yang memiliki akhlak baik, damai hatinya, dan dekat dengan nilai-nilai Islam.
Dengan menggabungkan warisan metode klasik KH. As’ad Humam dan pendekatan modern berbasis karakter, Pendidikan Al Qur’an Nitikan bertekad untuk mencetak generasi yang tidak hanya mahir membaca, tetapi juga mencintai dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Penutup
Metode Iqro’ merupakan warisan berharga yang telah membantu jutaan umat Islam belajar huruf-huruf Allah dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Pada Pendidikan Al-Qur’an Nitikan Yogyakarta, penggunaan metode ini bukan hanya untuk mengikuti tradisi, tetapi juga karena terbukti membawa berkah dan hasil yang nyata dalam mencetak generasi Qur’ani yang kuat di masa modern.
Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari usaha besar untuk menebarkan cahaya Al-Qur’an di hati setiap santri, keluarga, dan masyarakat. Aamin…
Informasi Pendaftaran: Klik Disini atau ketik https://linktr.ee/psb.pan