Info Kami
Senin, 01 Des 2025
  • Pendidikan Al Qur'an Nitikan Yogyakarta: "Membantu Mewujudkan Generasi Qur'ani"
  • Pendidikan Al Qur'an Nitikan Yogyakarta: "Membantu Mewujudkan Generasi Qur'ani"
24 November 2025

KU 04 : Cara Ustadz dan Ustadzah Menanamkan Akhlaq Qur’ani Kepada Santri

Sen, 24 November 2025 Dibaca 29x Blok Ustadz/ah

Oleh : Tim Redaksi *)

Di tengah arus kehidupan modern yang serba cepat, pendidikan akhlak menjadi kebutuhan utama bagi generasi muda. Lembaga pendidikan Al-Qur’an (TKA atau TPA) memiliki peran penting dalam membentuk karakter santri agar tumbuh sebagai pribadi beriman, beradab, dan berakhlak mulia. Di sinilah peran ustadz dan ustadzah menjadi sangat vital. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan hidup yang menanamkan nilai-nilai Akhlaq Qur’ani dalam setiap aspek kegiatan belajar.

Akhlaq Qur’ani bukan sekadar teori, melainkan karakter yang dibangun dari pemahaman, pengamalan, dan keteladanan. Melalui pendekatan yang penuh hikmah, ustadz dan ustadzah mampu menghadirkan suasana pendidikan yang lembut, inspiratif, dan mengakar kuat pada ajaran Islam.

1. Keteladanan sebagai Pondasi Utama (Uswah Hasanah)

Metode paling efektif dalam pendidikan akhlak adalah teladan. Santri lebih mudah meniru daripada sekadar mendengar nasihat.

Ustadz dan ustadzah menunjukkan akhlaq Qur’ani melalui:

  • Tutur kata yang lembut,
  • Sikap rendah hati,
  • Kedisiplinan waktu,
  • Kesabaran dalam membimbing,
  • Adab dalam berinteraksi.

Metode ini sejalan dengan firman Allah:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ ۝٢١

“Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Keteladanan membuat santri merasakan bahwa akhlaq Qur’ani itu nyata dan bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mengajarkan Al-Qur’an dengan Tadabbur, Bukan Hanya Tilawah

Membaca Al-Qur’an memang penting, tetapi memahami makna dan pesan moralnya jauh lebih berdampak dalam pembentukan karakter.

Ustadz/ustadzah:

  • Mengajak santri merenungi ayat-ayat akhlaq,
  • Menjelaskan kisah-kisah Nabi,
  • Menghubungkan ayat dengan kehidupan sehari-hari,
  • Mempraktikkan nilai kesabaran, syukur, dan kejujuran dari contoh dalam Al-Qur’an.

Dengan demikian, santri memahami bahwa Al-Qur’an adalah “kitab kehidupan”, bukan hanya bacaan.

3. Pembiasaan Akhlaq dalam Kegiatan Harian Santri

Pembiasaan (habituation) adalah metode yang sangat efektif untuk melatih karakter.

Beberapa pembiasaan yang dilakukan ustadz/ustadzah:

  • Salam ketika bertemu,
  • Doa bersama sebelum dan sesudah belajar,
  • Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan,
  • Adab makan dan minum,
  • Budaya antri,
  • Tidak memotong pembicaraan,
  • Saling menghormati antar santri.

Pembiasaan ini membuat nilai-nilai Qur’ani menjadi kebiasaan otomatis dalam diri santri.

4. Membimbing dengan Hikmah dan Kasih Sayang

Rasulullah SAW selalu mendidik dengan kelembutan. Pendidikan yang keras hanya melahirkan kepatuhan semu.

Ustadz/ustadzah mengajarkan akhlaq dengan cara:

  • Menegur santri dengan bijak dan tidak merendahkan,
  • Mengajak berdialog ketika santri melakukan kesalahan,
  • Memberi motivasi untuk memperbaiki diri,
  • Mengapresiasi kebaikan santri sekecil apa pun.

Metode ini menumbuhkan kedekatan emosional sehingga santri mudah menerima arahan.

5. Menggunakan Cerita dan Kisah Teladan Qur’ani

Kisah para Nabi, sahabat, dan tokoh-tokoh umat menjadi sarana efektif untuk menanamkan akhlaq.

Contoh:

  • Kejujuran Nabi Muhammad ﷺ,
  • Kesabaran Nabi Ayyub,
  • Keteguhan iman Nabi Ibrahim,
  • Kedermawanan Utsman bin Affan.

Melalui cerita, santri lebih mudah membayangkan dan meniru nilai-nilai akhlak tersebut.

6. Pembinaan Spiritual: Shalat Berjamaah, Dzikir, dan Doa

Akhlaq Qur’ani lahir dari hati yang bersih dan dekat dengan Allah.

Karena itu ustadz/ustadzah membiasakan:

  • Shalat berjamaah,
  • Dzikir harian,
  • Murojaah Al-Qur’an,
  • Doa untuk kedua orang tua,
  • Istighfar dan adab sebelum tidur.

Pembinaan spiritual memperkuat karakter batin santri agar tumbuh menjadi pribadi yang lembut dan bertakwa.

7. Menanamkan Tanggung Jawab dan Amanah

Akhlaq Qur’ani sangat menekankan prinsip amanah dan tanggung jawab.

Ustadz/ustadzah melatih santri melalui:

  • Tugas piket kelas,
  • Tanggung jawab hafalan,
  • Menjaga barang pribadi,
  • Memegang janji yang diucapkan,
  • Menyelesaikan amanah kecil hingga besar.

Ketika terbiasa menjaga amanah kecil, santri akan mampu mengemban amanah besar ketika dewasa.

8. Lingkungan Belajar yang Kondusif dan Penuh Adab

Lingkungan juga membentuk karakter. Oleh karena itu, para ustadz/ustadzah berupaya menciptakan suasana belajar yang:

  • Rapi,
  • Bersih,
  • Nyaman,
  • Penuh adab antara guru dan murid,
  • Bebas dari kekerasan verbal atau fisik.

Santri belajar bahwa akhlaq bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga dalam membangun lingkungan yang baik bagi orang lain.

Menanamkan akhlaq Qur’ani kepada santri adalah tugas mulia yang membutuhkan kesabaran, keteladanan, dan konsistensi. Ustadz dan ustadzah memegang peranan penting sebagai pembimbing ruhani generasi muda yang akan menjadi penerus umat. Dengan pendekatan yang lembut, pembiasaan yang berkelanjutan, serta keteladanan yang nyata, nilai-nilai Al-Qur’an dapat hidup dalam diri setiap santri dan melahirkan generasi berakhlak mulia.

Sumber Referensi
  1. Al-Qur’an Al-Karim (QS. Al-Ahzab: 21, QS. Al-Baqarah, QS. Luqman).
  2. Al-Ghazali, Ihya’ Ulumuddin, Bab Adab dan Akhlaq.
  3. Ibn Miskawayh, Tahdzib al-Akhlaq.
  4. Abdul Fattah Abu Ghuddah, Min Adab al-Islam.
  5. Jurnal Pendidikan Islam:
    • Jurnal At-Tarbawi (Pendidikan Akhlak dalam Perspektif Qur’ani).
    • Jurnal Al-Qalam (Pendidikan Akhlaq dan Keteladanan Guru).
  6. Website resmi Kementerian Agama RI — materi pembinaan akhlak dan pendidikan karakter Qur’ani.

Alamat kami :

Alamat :
Kompleks Pemberdayaan Masyarakat PRM Nitikan, Jl. Sorogenen No. 25, Kelurahan
Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta
Telpon :
0858 - 7669 - 5655
Provinsi :
Daerah Istimewa Yogyakart