
EDISI 15 || Diterbitkan Oleh : Pendidikan Al Qur’an Nitikan Yogyakarta
“Aku melihat negeri Islam, tapi tidak melihat Muslim; dan aku melihat Muslim, tapi tidak melihat Islam”. Frasa yang terasa benar-benar menggambarkan kondisi hari ini. Kutipan tersebut terucap dari mulut Muhammad Abduh saat ia berkunjung ke negara-negara Barat, yang lahir atas kegelisahannya tentang perubahan masa. Ia terkesan melihat masyarakat Barat pada saat itu memiliki etika publik, kejujuran, disiplin, dan keteraturan. Nilai yang selaras dengan ajaran Islam, meski mereka bukan Muslim. Sebaliknya, ketika Ia kembali ke negeri Muslim, ia melihat banyak Muslim tetapi tidak melihat nilai Islam dalam keseharian mereka. Pemikiran tersebut merupakan kritik sosial terhadap kesenjangan nyata antara identitas dan akhlak umat Islam.
“Ketika label dan perilaku tidak selalu sejalan”, kalimat itu bukan untuk menyalahkan, tetapi untuk mengingatkan bahwa kita perlu kembali memperbaiki diri sebagai seorang yang “katanya” muslim. Sangat sesuai mendeskripsikan pemikiran Muhammad Abduh tentang Islam di zaman sekarang. Walaupun memang berpegang pada ajaran Islam di masa seperti ini terasa seperti menggenggam bara api; sulit, perih, dan penuh cobaan. Namun, justru di situlah nilai perjuangan itu lahir, sebuah perjuangan yang membutuhkan bekal dan upaya nyata yang konsisten. Agar ajaran Islam tidak hanya sebatas kata benda atau istilah semata, melainkan ajaran ini hidup dan mampu meneguhkan hati umatnya, menjadi garda terdepan untuk menantang zaman yang makin tidak aman.
Dua senjata penting untuk melakukan perlawanan dengan ganasnya perkembangan zaman yaitu menggunakan ilmu dan niat. Menuntut ilmu tanpa lelah merupakan suatu cara agar ajaran Islam tetap hidup, terkhusus ilmu agama. Jangan puas dengan pengetahuan yang sedikit. Ingatlah! Semakin banyak ilmu yang kita punya, semakin mudah kita memahami arah hidup. Ilmu yang diamalkan akan menjadi cahaya yang menuntun langkah kita di tengah gelapnya kebingungan zaman. Dengan ilmu, kita tidak mudah terbawa arus, tidak gampang terpengaruh, dan tidak goyah oleh tantangan zaman.
Senjata selanjutnya adalah niat sehingga ajaran Islam semakin kuat. Apapun yang kita lakukan; entah itu belajar, bekerja, membantu orang lain, berkarya, atau berjuang di ruang publik sekalipun, selalu niatkan sebagai ibadah. Ketika niat kita lurus untuk mencari ridho Allah, segala hal yang kita lakukan akan terasa lebih ringan dan bernilai lebih besar. Dengan niat, Pekerjaan yang terlihat duniawi dapat bernilai ukhrawi. Tanpa adanya niat, pekerjaan yang seharusnya dapat bernilai ukhrawi hanya akan bernilai duniawi saja. Niat yang benar menjadikan setiap langkah kita menjadi lebih berarti. Meneguhkan ajaran Islam penting bagi kita sebagai kaum muda. Kita adalah generasi yang bukan hanya menjadi penerus, tetapi juga generasi pelurus bangsa yang mampu memperbaiki hal-hal yang kini sudah mulai melewati batas.
Negara Indonesia sangat membutuhkan kita sebagai generasi muda untuk mewujudkan negara beradab yang rahmatan lil’alamin. Indonesia yang berkeadaban tidak akan terwujud tanpa anak-anak muda yang memegang teguh akhlak dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak boleh hanya bangga menyebut diri kita muslim, tetapi juga harus benar-benar menghadirkan Islam dalam tindakan, ucapan, dan pilihan hidup. Perubahan besar harus segera dimulai! Jangan menunggu orang lain, mulailah dengan mengubah diri kita sendiri.
Harapannya, ketika dunia semakin bising dengan ambisi, tekanan, dan godaan, Islam akan selalu memberi ruang untuk menenangkan hati. Apabila pikiran kacau, ajaran Islam mampu mengembalikan arah. Di saat dunia terasa berat, Islam memberikan pelukan ketenangan. Dari ajaran Islam itulah kita mendapatkan kekuatan untuk tetap melangkah, tetap berakhlak baik, dan tetap memegang nilai-nilai yang benar. Dengan cara itu juga kita dapat bertahan, tumbuh, dan menjadi bagian dari generasi yang membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih berkeadaban.
Oleh : Ustadzah Robiah Nuzul Inayah, S.H || Pengajar Aktif Pendidikan Al Qur’an Nitikan Yogyakarta || Wali Kelas TKA
Download Kumpulan Buletin : Di Sini (Download)
Referensi :