Info Sekolah
Selasa, 04 Agu 2026
  • Pendidikan Al Qur'an Nitikan Yogyakarta: "Membantu Mewujudkan Generasi Qur'ani" Senin-Jum'at 16.00-17.00 dan Khusus hari Rabu 16.00-17.30 WIB.
  • Pendidikan Al Qur'an Nitikan Yogyakarta: "Membantu Mewujudkan Generasi Qur'ani" Senin-Jum'at 16.00-17.00 dan Khusus hari Rabu 16.00-17.30 WIB.
6 Maret 2026

Buletin E27 || 10 Malam Terakhir Ramadhan Waktu Meraih Ampunan Dan Lailatul Qadar

Jum, 6 Maret 2026 Dibaca 186x

Bulan Ramadhan Adalah bulan penuh Rahmat, ampunan, juga pembebasan seorang hamba dari api neraka. Yang mana dibulan ini pahala orang yang beribadah dilipat gandakan dan dosa orang yang bermaksiat kepada nya juga di lipat gandakan. Kita dianjurkan untuk terus memperbanyak ibadah kepada allah dengan memperbanyak membaca alquran, bersedekah, dan amalan yang lainnya terutama ketika 10 malam terakhir di bulan Ramadhan tiba. Pada fase inilah semua umat islam dianjurkan untuk lebih focus dan lebih meningkatkan amalan nya dari 20 hari sebelumnya, karena didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam lailatul qodar.

Kesungguhan Rasulullah di 10 malam terakhir

Ketika telah masuk 10 malam terakhir dibulan Ramadhan, Rasulullah mulai mengencangkan ibadahnya, mengencangkan ikat pinggangnya, dan membangunkan keluarganya, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah binti abu bakar yang berbunyi:

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ المُؤْمِنينَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ:
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ
.

Ummul Mukminin Aisyah -raḍiyallāhu ‘anhā- berkata:
“Rasulullah ﷺ dahulu, apabila telah masuk sepuluh malam terakhir (bulan Ramadan) beliau menghidupkan malam, membangunkan keluarganya, serta bersungguh-sungguh dan mengencangkan ikatan sarung.”

Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, nabi menghidupkan malamnya dengan berbagai ketaatan, membangunkan keluarganya untuk mengerjakan shalat, bersungguh sungguh dalam beribadah melebihi kebiasaannya di 20 hari pertama di bulan ini, dan beliau pun juga menjauhi istri istri beliau.

Imam an Nawawi pernah berkata: ulama berbeda pendapat tentang makna “mengencangkan ikat pinggang”. Sebagian mengatakan yaitu bersungguh sungguh dalam beribadah lebih dari kebiasaan beliau ﷺ di waktu lainnya. Artinya: sungguh-sungguh dalam beribadah. Dikatakan: syadadtu lihāżāl-amri mi`zarī; artinya: Aku bersungguh-sungguh dan fokus untuknya. Yang lain mengatakan: Itu adalah kiasan menjauhi istri agar fokus beribadah.”

Lailatul qadar malam yang lebih baik dari 1000 bulan

Keistimewaan di 10 malam terakhir di bulan Ramadhan Adalah adanya malam lailatul qadar yang lebih baik dari 1000 bulan. Allah telah menjelaskannya didalam surat al qadr bahwa malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan. Sebagaimana firmannya:

بِّسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ٠ إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ١ وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ٢ لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ٣ تَنَزَّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذۡنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمۡرٖ٤ سَلَٰمٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ٥

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar.(1)  Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu?.(2) Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan.(3) Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.(4) Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.(5)

Seribu bulan setara dengan lebih dari 83 tahun. Artinya Ketika ada seorang hamba melakukan ibadah di malam itu, nilainya setara dengan beribadah selama 83 tahun, yaitu melampaui seumur hidup manusia pada umumnya.

Beberapa ulama menjelaskan bahwasannya malam lailatul qadar terjadi pada salah satu malam ganjil di sepuluh malam terakhir, seperti malam ke- 21, 23, 25, 27, atau 29 ramadhan. Namun waktu pastinya dirahasiakan oleh allah agar umat islam bersungguh sungguh mencarinya dengan menghidupkan malam malam mereka, bukan satu malam saja. Bahkan rasul pun juga mengabarkan kepada kita bahwa malam lailatul qadar terdapat pada malam malam ganjil, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh jabir bin samurah, bahwasannya Rasulullah bersabda:

الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ وِتْرًا

Artinya: “Carilah malam al-Qadar pada sepuluh malam terakhir pada malam yang ganjil”. [Riwayat Ahmad, no.Hadith 85]

Disini kita bisa menyimpulkan bahwa malam lailatul qadar merupakan malam yang penuh dengan keutamaan, yang mana salah satunya Adalah para malaikat turun membawa Rahmat dan keberkahan dari awal malam hingga terbit fajar pada malam itu, suasana malam itu penuh dengan ketenangan dan juga kedamaian, sehingga barangsiapa yang mendapatinya sungguh ia telah beruntung, dan barangsiapa yang luput darinya dan lebih memilih tidur di atas ranjang ranjang mereka, maka merekalah orang orang yang merugi.

Kesempatan Emas Meraih Ampunan Allah

Salah satu keutamaan dari malam lailatul qadar adalah ampunan dosa dari allah kepada hamba hamba pilihannya yang memang mau untuk mendapatkan ampunannya, sebagaimana di hadis beliau yang berbunyi:

اَخْبَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ قَالَ هِيَ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ فِى الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ لَيْلَةَ اِحْدَيْ وَعِشْرِيْنَ اَوْثَلَثَةٍ وَعِشْرِيْنَ اَوْسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ اَوْ تِسْعٍ وَعِشْرِيْنَ اَوْ اَخِرِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ مَنْ قَامَهَا اِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مِنْ ذَنْبِهِ مَا تَقَدَّمَ وَمَا تَأَخَّرّ . (رواه احمد)

Rasulullah SAW mengabarkan kepada kami tentang Lailatul Qadar, beliau bersabda: dia (Lailatul Qadar) di bulan Ramadhan di puluhan yang akhir yaitu malam 21, 23, 25, 27 atau malam 29, atau di akhir malam Ramadhan. Barang siapa mengerjakan bangun untuk beribadah pada malam itu karena iman dan mengharap ridho Allah, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. (HR. Ahmad)

Ini Adalah kesempatan emas bagi semua umat islam, setiap manusia pasti tidak akan luput dari yang Namanya kesalahan dan dosa, melalui 10 malam terakhir ini allah membuka pintu taubat selebar lebarnya. Ampunan bukan hanya pengampunan dosa, tapi juga awal dari perubahan diri menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya.

Amalan yang di anjurkan

Ada banyak amalan yang bisa dilakukan Ketika kita ingin menghidupkan Ramadhan kita, apalagi di 10 malam terakhir ini:

  1. Qiyamul lail ( shalat malam ) Yaitu dengan selalu hadir untuk sholat tarawih Bersama imam dari awal sampai akhir, memperbanyak sujud dan juga bermunajat dengan penuh kekhusyukan.
  1. Membaca dan mentadabburi alquran Karena malam lailatul qadar berkaitan erat dengan turunnya alquran, memperbanyak tilawah menjadi amalan yang sangat utama.
  1. Memperbanyak doa Dianjurkan untuk memperbanyak berdoa karena orang yang berpuasa doanya mustajab
  2. Bersedekah dan berbuat baik

Penutup

Sepuluh malam terakhir dibulan Ramadhan Adalah kesempatan yang mungkin tidak datang dua kali didalam hidup kita. Tidak ada yang menjamin bahwa kita akan bertemu Ramadhan di tahun yang akan datang, karena semuanya milik allah dan pasti akan kemballi kepadanya. Oleh karena itu sudah sepantasnya kita memanfaatkan waktu yang tersisa untuk memperbanyak ibadah dan memohon ampunan atas segala dosa kita.

Semoga kita termasuk hamba hamba yang mendapatkan lailatul qadar dan keluar dari Ramadhan ini dalam keadaan suci, diampuni dan menjadi pribadi yang lebih bertaqwa aamiin.

Ustad : Muhammad Ridwan

Daftar Pustaka

Alamat kami :

Alamat :
Kompleks Pemberdayaan Masyarakat PRM Nitikan, Jl. Sorogenen No. 25, Kelurahan
Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta
Telpon :
0858 - 7669 - 5655
Provinsi :
Daerah Istimewa Yogyakart