Info Sekolah
Selasa, 04 Agu 2026
  • Pendidikan Al Qur'an Nitikan Yogyakarta: "Membantu Mewujudkan Generasi Qur'ani" Senin-Jum'at 16.00-17.00 dan Khusus hari Rabu 16.00-17.30 WIB.
  • Pendidikan Al Qur'an Nitikan Yogyakarta: "Membantu Mewujudkan Generasi Qur'ani" Senin-Jum'at 16.00-17.00 dan Khusus hari Rabu 16.00-17.30 WIB.
13 Februari 2026

Buletin E24 || Menyiapkan diri menyambut bulan suci ramadhan dengan iman dan amal

Jum, 13 Februari 2026 Dibaca 128x

Ramadhan adalah tamu agung umat islam. Hal tersebut karena Ramadhan merupakan bulan yang berbeda dengan yang lainnya. Dimana setiap amal kebaikan dilipatgandakan oleh Allah swt. Tidak sedikit para ulama menjelaskan tentang keutamaan bulan Ramadhan. Oleh karena itu, bulan Ramadhan selalu disambut dan ditunggu-tunggu oleh umat Islam dimanapun ia berada.

Prof. Dr. H. Munawir K., S.Ag., M.Ag mengatakan: Ramadhan adalah detik-detik emas dalam hidup seorang mukmin. Ia datang seperti embun yang jatuh di pagi hari, menyentuh hati yang gersang dengan kesejukan ampunan. Ia mengetuk pintu jiwa yang telah lama terbelenggu oleh kelalaian, mengajak setiap insan kembali kepada fitrah, kembali merasakan nikmatnya sujud yang penuh ketundukan, kembali merasakan manisnya air mata yang mengalir karena rindu kepada Tuhan.

Banyak umat Islam yang memasuki bulan Ramadan tanpa persiapan sehingga ibadah tidak maksimal hanya mendapatkan lapar dan haus saja. Hal tersebut yang membuat mereka bisa saja tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan haus. Sedangkan Allah mempersiapkan bulan Ramadhan dengan penuh keutamaan di dalamnya.

Dari peristiwa tersebut, umat Islam bisa mengevaluasi diri untuk menyambut bulan suci Ramadhan dengan iman dan amal yang mumpuni. Namun, bagaimana caranya agar kita dapat mempersiapkan diri untuk bertemu bulan suci Ramadhan dengan iman dan amal yang kuat?. Hal tersebut tersusun rapih sebagai berikut.

Baca : Sholat: Tiang Agama dan Warisan Agung Isra’ Mi’raj

Landasan iman

Bulan Ramadhan adalah tamu agung umat manusia. Akan tetapi tidak semua orang diseru untuk memenuhi panggilannya. Hanya orang berimanlah yang dipanggil untuk memenuhi panggilan Ramadhan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan ayat yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad saw. Yaitu pada QS. Al-Baqarah: 183 yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

”Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ayat tersebut menyeru orang-orang yang beriman untuk berpuasa. Karena puasa merupakan ibadah yang berat dan hanya imanlah yang dapat menaklukannya. Oleh karena itu, pada ayat tersebut Allah hanya memerintahkan orang-orang beriman saja untuk memenuhi panggilan tamu agung yaitu berpuasa pada bulan Ramadhan.

Landasan amal:

Setelah seseorang mempersiapkan iman untuk menemui bulan Ramadhan, maka persiapan selanjutnya adalah mempersiapkan amal. Hal tersebut perlu dilakukan karena ibadah puasa pada bulan Ramadhan bukan hanya ibadah satu atau dua hari, melainkan ibadah satu bulan penuh. Jika seseorang tidak mempersiapkan diri dengan amal sebelum menemui bulan Ramadahan, hal yang ditakutkan adalah rasa berat dalam menjalankan puasa selama bulan Ramadhan nantinya.

Persiapan amal tersebut juga dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah ra.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: كانَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يَصُومُ حتَّى نَقُولَ: لا يُفْطِرُ، ويُفْطِرُ حتَّى نَقُولَ: لا يَصُومُ، فَما رَأَيْتُ رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إلَّا رَمَضَانَ، وما رَأَيْتُهُ أكْثَرَ صِيَامًا منه في شَعْبَانَ.

Dari Aisyah ra. Berkata: “Beliau (Nabi) biasa berpuasa sampai kami katakan: Beliau benar-benar berpuasa. Dan beliau pun biasa tidak berpuasa (berbuka) sampai kami katakan: Beliau benar-benar tidak berpuasa. Dan aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa satu bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau puasa lebih banyak dalam sebulan dibandingkan dengan puasa beliau pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)

Landasan psikologis

Selain mempersiapkan diri dengan iman dan amal, selanjutnya seseorang hendaknya mempersiapkan diri dengan niat yang baik. Hal tersebut mendorong kita kepada keimanan yang utuh. Seseorang diharapkan menjalankan perintah ibadah puasa karena mengharap ridha dari Allah swt. Bukan karena niat lain yang bahkan boleh jadi niat lain tersebut malah menjerumuskan kita pada kemungkaran. Jadikan ibadah puasa pada bulan Ramadhan ini sebagai ajang ladang untuk memperbanyak pahala dan mencari ridha Allah swt.

Nabi Muhammad saw. Bersabda dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: من صام رمضانَ إيمانًا واحتسابًا غُفِرَ لهُ ما تقدمَ من ذنبِه

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka dosanya yang telah lalu akan diampuni’.” (HR. Bukhari no.98 dan Muslim 760)

Baca Juga : Menyambut Bulan Ramadhan dengan Taubat, Ikhlas dan Sabar

Dari hadis tersebut dapat disimpulkan bahwa mental orang yang menjalankan puasa pada bulan Ramadhan hendaknya karena iman dan mengharap ridha dari Allah swt. Hal tersebut perlu dilakukan agar puasa yang dilaksanakan selama satu bulan penuh tidak sia-sia dengan hanya menahan lapar dan haus saja, akan tetapi mengharapkan pahala dari Allah swt.

Landasan mental: menyambut bulan Ramadhan dengan gembira

Selain tiga anjuran di atas, anjuran terakhir untuk mempersiapkan diri bertemu dengan tamu agung adalah mempersiapkan mental, yaitu menyambut bulan Ramadhan dengan gembira. Sebagaimana jika seseorang didatangi oleh saudagar kaya yang siap memberikannya kekayaan kemudian ia bahagia, maka bagaimana mungkin orang beriman tidak bahagia akan kehadiran bulan Ramadhan dengan semua keutamaannya. Bulan yang di dalamnya semua pahala dilipatgandakan. Pintu-pintu syurga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup. Hal tersebut sebagaimana Nabi Muhammad saw. Memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya. Dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: لَمَّا حَضَرَ رَمَضَانُ، قال رسول الله صلى الله عليه وعلى آله وسلم ‌يبشر ‌أصحابه: قدْ جاءَكمْ شهرُ رمضانَ، شهرٌ مباركٌ افترضَ اللهُ عليكُمْ صيامَهُ، يفتحُ فيهِ أبوابُ الجنةِ، ويغلقُ فيهِ أبوابُ الجحيمِ، وتغلُّ فيهِ الشياطينُ، فيهِ ليلةٌ خيرٌ مِنْ ألفِ شهرٍ، مَنْ حُرِمَ خيرَها فقدْ حرِمَ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda ketika bulan Ramadhan tiba: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda ketika bulan Ramadhan tiba: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang terhalang dari kebaikannya, maka sungguh ia telah terhalang (dari kebaikan yang besar).”. (HR. Ahmad  No. 7148, 8961 dan An-Nasa’i No. 2106).

Penutup

Setiap orang yang beriman tidak hanya menjalankan misi puasa hanya sekedar menahan lapar dan haus saja. Akan tetapi, banyak yang bisa diraih dalam menaungi bulan Ramadhan. Oleh karena itu, Nabi mengajarkan kepada kita agar menyiapkan diri untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

Adapun persiapan yang dapat kita lakukan sebelum menghadapi bulan suci Ramadhan adalah memperkuat iman, menjaga dan membiasakan beramal baik, menjaga niat, dan mempersiapkan mental dengan menyambut bulan Ramadhan dengan bahagia.

Wallahu a’lam.


Penulis : Muhammad Naufal Haqqul Mujahid, S.Ag. (* Pengajar Pendidikan Al Qur’an Nitikan Yogyakarta

Download Kumpulan Buletin : Di Sini (Download)


DAFTAR PUSTAKA

  • sumut.kemenag.go.id/beranda/singgle-post/menjemput-keberkahan-lima-pilar-istidad-menyambut-ramadan https://share.google/OslqNeeTnVmTwHooT
  • Al-Baqarah: 183
  • (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)
  • (HR. Bukhari no.98 dan Muslim 760)
  • (HR. Ahmad No. 7148, 8961 dan An-Nasa’i No. 2106).

Alamat kami :

Alamat :
Kompleks Pemberdayaan Masyarakat PRM Nitikan, Jl. Sorogenen No. 25, Kelurahan
Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta
Telpon :
0858 - 7669 - 5655
Provinsi :
Daerah Istimewa Yogyakart